Aku tidak mengharapkan orang lain mengerti aku, karena tiap orang punya kesusahan sendiri. Tapi, ketika terbentur dengan suatu kondisi; suara, nada bicara dan tema pembicaraan kadang-kadang tidak sedap didengar , alhasil – mungkin tipe orang yang kita hadapi adalah tipe yang sensitive, sehingga tersinggung.
Kadang kita berharap si A sebaiknya begini, si B begini..harusnya begini, harusnya begitu..Wah, emang siapa kita, kok kita pula yang harus mengatur hidup orang ?..lalu, bagaimana orang lain itu melihat kita? Pasti juga seperti itu kan ? mereka ingin kita sebaiknya begini, begitu, dan lainnya..Nah, itulah yang aku bilang tadi, manusia itu tidak ada yang sempurna, dan selalu senang melihat kelemahan orang lain, tidak rela dikritik dan melihat kelemahan diri.
Sekarang harus bagaimana aku ? doeloe, aku pernah tersakiti oleh teman sendiri, suatu arus yang memang membuat keadaanku menjadi dijauhi oleh sebab musabab satu orang yang memprovokasi orang lain. Hal ini tentunya menjadi pelajaran berharga padaku, bahwa hidup dengan manusia itu, tidak perlu terlalu terbuka, polos dan mempercayai 100%. Teman itu bagaikan musuh dalam selimut, terutama teman diseputaran lingkungan kerja aku cari duit.
Semua kembali kepada kehidupan yang selalu berinteraksi dengan setiap orang. Aku tidak ingin hanya karena hal sepele dan yang tidak penting lah, pertemanan dan persaudaaraan luntur.Lucu kale…hehhee…Semua disebabkan oleh suatu rasa, perasaan yang selalu ikut bermain dan mengaduk-aduk.
Lalu, aku gimana ? cari dunia baru ??? wah, gak lah..itu mah bagiku, adalah suatu keringkihan. Aku tidak mau ringkih dan tidak ingin menjadi orang yang menginginkan si A harus begini, dia tidak baik begitu, itu salah..hello….who I am ?.. semua berpulang padaku, menjadi dewasa atau menjadi pengecut ?. Dewasa, artinya hadapi, pengecut artinya menghindar..
Oke deh, itu aja tulisanku berangkat dari kondisiku pagi ini. Kalo udah selesai nulis rasanya aku punya kekuatan baru yang membuatku tidak ringkih hehhee…
Kantorku, jam 11 pagi tgl 18 Juli 2011.