Feeds:
Posts
Comments

Hallo diary, lama banget tidak bersua nih..
Tgl 7 Februari 2012 aku membuat perubahan rutinitas didalam keluarga kecilku setelah mengalami sedikit kepahitan dengan para pembantu hehe !. Jadi, yang dulunya kami selalu bangun telat setiap pagi, kali ini HARUS bangun jam 6 teetttt..pagi hari. Aku mulai menyapu, mengepel, pokoknya membersihkan rumah. Suami juga ku bangunkan untuk membereskan botol susu Helsa, panasin kendaraan dan segera mandi sebelum Helsa bangun. Akupun demikian, mandi pagi !. Lalu, Helsa bangun, papanya bisa ajak dia jalan-jalan, lalu aku punya waktu memandikan dia dan kami bisa breakfast bareng..Pas jam 07.30 Papanya bisa berangkat ke kantor, dan aku punya waktu banyak untuk Helsa dipagi hari sebelum ngantor… Itulah sekarang
Dulu, kami yah..termasuk lah keluarga yang mengandalkan pembantu, jadi terima bersih..Bangun siang alias bisa jam 07.30 pagi, sehingga semua (mandi, sarapan,dll) dilakukan dengan buru-buru.. Tapi, perubahan yang diatas terpaksa dilakukan karena pengalaman 2 pembantu yang bisa kubilang “nipu”, gitu aja. Dari situ aku bertekad, ada atau tidak ada pembantu, kami harus mulai kehidupan baru..dan terjadilah perubahan yang kutulis diatas..

Kehidupan yang selalu berubah, mulai aku single, merit dan punya anak punya warna tersendiri..Oleh karena itu, kalo masih gaya berdua dulu (cuman aku and suami tok) dibawa ke masanya punya anak, walah..bisa berabe..Walaupun aku sadari, bahwa aku melakukan ketelatan, tapi setidaknya sekarang sudah ada usaha untuk berubah menjadi keluarga yang lebih baik.. :-) bener kannn…

Batuyang, 09 Februari 2012.. Bali

Helsa..i love you..

Pagi ini, masih terus terngiang-ngiang..apa yang telah kulakukan pada anakku, Helsa, kemarin malam, hari minggu tgl 23 Januari 2012. Dia menangis terus karena tidak mau pakai pempers, dan aku marah..Ya, aku sedikit kasar padanya walaupun tidak sampai aku melakukan kekerasan padanya.

Ketika aku marah, dia menangis kencang..dan setelah pakaiannya lengkap, dia langsung ke papanya, menangis..Aku ambil dia dari papanya, walau dia menolak, tapi aku terus ingin mengendongnya karena aku benar-benar menyesal telah memarahinya dan mencubitnya :-)

Aku ambil dan kudekap dia, lalu aku bawa dia jalan keluar..Sepanjang jalan aku minta maaf terus kepadanya..dan mohon agar Tuhan membantu aku memberi kesabaran terhadap anakku yang masih kecil ini..Aku benar-benar menyesal Bapa….

Setelah kejadian itu, aku menyesal setiap ingat yang kulakukan..dan aku bersikap manis dan aku memang belajar bersabar terhadap anakku..Mudah-mudahan aku mampu dan bisa melewati cobaan “kesabaran” ini. Tuhan, aku memohon padamu, bantulah aku…

Itu adalah curahan hatiku, surat untukMu,God :-)

Januari 2012, tgl 24 – Selasa

Tentang mimpi..

Sudah lama aku tidak mengisi jurnalku ini..Ya, aku memang lagi disibukkan dengan Helsa, my princes. Tumben memang aku menulis karena aku ingin mereview “mimpi”ku dulu dan semua angan-anganku yang aku sendiri, entah bagaimana ceritanya, terwujud.

Tak luput-luput aku mengucapkan syukur kepada sang Pencipta. Terima kasih untuk Helsa, dia hadir ditengah-tengah kami dengan kesempurnaannya persis seperti imaginasiku :-) Kini dia sudah 1 tahun dan aku musti kudu berhati-hati memberi pengarahan padanya… Terima kasih untuk my nice home di Kargo, yang aku sendiri benar-benar heran 1000 heran bahwa aku bisa memiliki rumah di Bali, rumah mungil dan manis..”How great….” Aku juga tercengang-cengang karena doeloe, tepatnya tahun 2008 aku terpikirkan untuk mempunyai suatu organisasi yang fokus ke anak. Ini terpikirkan ketika aku tugas ke Flores, terus aku liat ada anak umur 7 tahunan yang mustinya sekolah malah disuruh narik sapi sama emaknya..Waktu aku tanya kenapa gak sekolah, si anak menjawab, ” tidak ada uang jadi musti bantu ibu” – dan aku berterima kasih keberadaan Arise Indonesia yang legal dan kegiatannya memberi dampak luar biasa untuk anak-anak di pinggiran Bali..

Kini, aku sedang bermimpi agar Helsa menjadi anak yang cerdas diusianya yang masih balita, Arise Indonesia dapat meluaskan pelayanannya dan bisa mempunyai asrama sendiri, rumahku yang mungil bisa ditingkatkan agar para tamu dan teman yang hendak mengunjungi kami di Bali punya tempat untuk beristirahat :-)

Keinginan untuk jalan-jalan terkalahkan karena Helsa. Helsa menjadi prioritas sekarang..Aku bersyukur karena dulu sudah keliling Indonesia dan keluar Indonesia, sehingga aku tidaklah kuper ..heheee..Yah, nanti ketika dia sudah mengerti banyak hal termasuk bisa mengurus diri sendiri..aku akan menularkan hobi jalan-jalanku ke dia ..:-)

Lalu, mengenai waktu…

Waktu itu ternyata memang cepat berlalu. Rasanya baru kemarin aku SMA..itu berapa puluh tahun yang lalu padahal – tapi kok rasanya baru kemarin. Rasanya waktu itu Helsa hanya bisa nangis, tiba-tiba sekarang dia sudah berjalan dan berkicau.. Rasanya baru kemarin aku bersama orangtuaku di Bali, tapi kok tiba-tiba sudah sendiri lagi ?.. Ya, waktu..oleh karena waktu yang memang terlalu singkat, aku benar-benar ingin menghargainya..

Pencipta, bantulah aku agar aku tidak menuruti rasa malas dengan penundaan dan munculkan semangat dalam diriku sehingga waktu yang ada saat ini tidak terbuang sia-sia…

September 2011…JK

Siapa Aku ?

Aku tidak mengharapkan orang lain mengerti aku, karena tiap orang punya kesusahan sendiri. Tapi, ketika terbentur dengan suatu kondisi; suara, nada bicara dan tema pembicaraan kadang-kadang tidak sedap didengar , alhasil – mungkin tipe orang yang kita hadapi adalah tipe yang sensitive, sehingga tersinggung.
Kadang kita berharap si A sebaiknya begini, si B begini..harusnya begini, harusnya begitu..Wah, emang siapa kita, kok kita pula yang harus mengatur hidup orang ?..lalu, bagaimana orang lain itu melihat kita? Pasti juga seperti itu kan ? mereka ingin kita sebaiknya begini, begitu, dan lainnya..Nah, itulah yang aku bilang tadi, manusia itu tidak ada yang sempurna, dan selalu senang melihat kelemahan orang lain, tidak rela dikritik dan melihat kelemahan diri.
Sekarang harus bagaimana aku ? doeloe, aku pernah tersakiti oleh teman sendiri, suatu arus yang memang membuat keadaanku menjadi dijauhi oleh sebab musabab satu orang yang memprovokasi orang lain. Hal ini tentunya menjadi pelajaran berharga padaku, bahwa hidup dengan manusia itu, tidak perlu terlalu terbuka, polos dan mempercayai 100%. Teman itu bagaikan musuh dalam selimut, terutama teman diseputaran lingkungan kerja aku cari duit.
Semua kembali kepada kehidupan yang selalu berinteraksi dengan setiap orang. Aku tidak ingin hanya karena hal sepele dan yang tidak penting lah, pertemanan dan persaudaaraan luntur.Lucu kale…hehhee…Semua disebabkan oleh suatu rasa, perasaan yang selalu ikut bermain dan mengaduk-aduk.
Lalu, aku gimana ? cari dunia baru ??? wah, gak lah..itu mah bagiku, adalah suatu keringkihan. Aku tidak mau ringkih dan tidak ingin menjadi orang yang menginginkan si A harus begini, dia tidak baik begitu, itu salah..hello….who I am ?.. semua berpulang padaku, menjadi dewasa atau menjadi pengecut ?. Dewasa, artinya hadapi, pengecut artinya menghindar..
Oke deh, itu aja tulisanku berangkat dari kondisiku pagi ini. Kalo udah selesai nulis rasanya aku punya kekuatan baru yang membuatku tidak ringkih hehhee…

Kantorku, jam 11 pagi tgl 18 Juli 2011.

wot’s wrong…

Hallo diary…lama gak ngobrol2 lagi…Yach, mau curhat aja. Kenapa ya aku akhir-akhir ini mudah sekali tersinggung..Apa memang aku lagi masa sensitif atau memang orang-orang disekitarku yang tidak ngontrol apa yang mereka katakan, sehingga membuatku tersinggung..

Ya, memang aku tau, penambahan usia membuatku tidak lagi seperti dulu, yang suka bercanda dan gokil. Kesibukan dan lingkungan yang membuatku mungkin seperti ini.

Tampaknya musti ambil liburan dan membuat diri terhibur kali ya..hehehehehe..

End of June 2011…Batuyang.

Realise..

Pasti ingat, apa yang kutulis kemaren..dibawah ini loh..:-) Hem..sekarang aku mau mengatakan bahwa aku telah disadarkan melalui mimpi. Mimpi yang menyeramkan, dan membuatku tersadar, jawaban yang menjadi pertanyaanku sudah terjawab, “ya..I involve Him in my life..”. Ketakutan itu hilang dengan adanya keyakinan didalam diriku akan kebesaranNya, thanks God.

 

Apakah aku melibatkan Dia dalam setiap langkahku dan hidupku ?..

Kalimat itu menjadi simpulan refleksiku ketika suatu hari, di minggu siang aku terlibat diskusi dan sharing dengan seorang teman, Apin di Ubud, Bali.

Menjadi tanya bagiku, karena aku harus mengakui bahwa aku sendiripun bingung..Yang aku tau, aku telah memasang suatu benteng bagi diriku untuk menjadi strong women behind my brittle; melawan arus takut dengan melihat diri sendiri di cermin, berbicara berteriak marah pada diri sendiri, dan menantang diri sendiri untuk sesuatu impian agar terpenuhi..

Aku sendiri secara positif mengatakan bahwa aku yakin bahwa Dia pasti akan melindungiku, menyertaiku, dan membimbingku dalam mencapai suatu mimpi..Keyakinan itu memang tidak terlalu menonjol dibanding kekuatan diri yang selalu kutonjolkan..Mengapa ?.. Karena aku tidak ingin terlihat seperti orang yang terlalu sok rohani..biarlah aku berjalan seperti ini..Dia, yang memang selalu kuyakini sebagai Final Decision tersembunyi jauh disini..(dalam hati..dalam dan dalam).

Ketikapun terjadi kesedihan yang dalam, tidak perlu Dia yang kumaki dan kutuntut..Cukup diriku..Air mataku cukup hanya diriku dan manusia terdekat yang bisa melihatnya..diluar itu, aku musti membangun benteng kekuatan, pertahanan sebagai wanita kuat..

Cermin .. dialah orang yang selalu aku ajak bicara untuk membantuku dalam menghadapi segala tantangan-tantangan.. Gila mungkin jika orang melihatku, tapi itu lah..

Jadi, ketika aku ditanya, apakah aku melibatkan dia dalam setiap langkahku, rencana hidupku ?  Apakah aku berjalan dengan kekuatan diri ?

ah..mungkin itu yang dilihat setiap orang dalam diriku.

Sadar juga sih diriku ketika bicara iman, “hambar ?”.. iya..

Aku sih inginnya kembali ke aku yang dulu, yang rajin membaca renungan dan kitab suci..Tapi, saat ini aku menemukan inti dari semua buku bacaan renungan adalah kebaikan, pikiran positif, kasih, memberi, rendah hati..Rasanya dari waktu ke waktu, aku menyimpulkan sama..sehingga malaspun aku membacanya.. :-)

Aku sendiri mengatakan pada Apin, “sebenarnya orang yang bisa membuat kita kuat, mau melangkah kemana kita, harus bagaimana kita, adalah diri kita sendiri..bukan orang lain, bukan suami, bukan sahabat..KITA, AKU..AKU DIRIKU”  dan pernyataan ini yang membuat kesan akhirnya aku berjalan dengan kekuatan diri sendiri..Where is He ?.. Dia tak tampak dalam setiap pembicaraan, dia ada dan dia didalam hati membantu menguatkan..bener gak sih..hahahaa… Teoriku sendiri nih..

Jadi, biarlah pertanyaan ini terus menjadi refleksi diriku ?.. mau dibilang ateis pun terserahkan..Aku yakin kok, suatu hari nanti aku akan menemukan jawaban yang pas atas situasi yang ada dalam diriku..

Batuyang, Maret akhir 2011

Jolie Kaban

Aku tulis itu, karena doa atas keinginanku terjawab..Ya, sekarang ini, atau tepatnya tahun lalu dibulan Agustus 2010, aku dan teman temanku sepakat untuk membuat perkumpulan sosial yang concern pada pendidikan anak terutama anak yang berasal dari area yang terbelakang.

So, i don’t need to wait ” jika…” seperti tulisanku waktu aku menulis “ingin menjadi malaikat..”. karena saat ini aku sudah aktif di kehidupan sosialku yaitu www.ariseindonesia.wordpress.com

Menyenangkan..karena dengan keterbatasanku, aku bisa memberi dan melayani anak-anak tersebut. Melihat mereka tertawa rasanya menimbulkan kepuasan dalam batinku..Sesuatu yang memang tidak didapatkan ketika kembali ke dunia nyata yaitu rutinitas dan keseriusan orang dewasa.

Tinggal sekarang, bagaimana menata agar apa yang ada saat ini, dapat tumbuh dan berkembang dengan baik seiring dengan pertambahan usia kami..hehee..makin tueee…tapi tak apa..biar tidak makin keliatan tue musti sering-sering ketemu anak-anak ya….

Oke lah, begitu sekilas kegembiraan hatiku yang bisa aku share..Menunggu mujijat lainnya..

Batuyang, 25 March 2011

Jolie Kaban

Sendiri..

Sendiri memang tidak menyenangkan. Ketika sendiri, aku merasa melo. Sedih, entah sedih karena apa. Apalagi ketika sendiri sambil mendengarkan alunan musik jamanku dulu.

Oleh karena itu, aku berusaha mengisi hari semaksimal mungkin dengan kesibukan. Tapi, tetap saja, masih ada waktu dimana aku sendiri. Sekarang aku sendiri, didepan laptop. Anakku sudah tidur, suamiku dinas keluar kota, TV off, dan aku sendiri..Kantuk tak juga datang..ah sebel.

Kucoba dengan SMS teman-temanku, tetap saja..tak ada balasan. Ya iya lah, mereka sudah sibuk dengan keluarga masing-masing. HP 2 tetap tak membantuku mengatasi kesendirianku malam ini.

Apalagi ? kuisi dengan foto diri, berbagai pose, begini, begitu,sampai kering gigiku senyum sendiri didepan laptopku..

Tiba-tiba anakku menangis, “oeeeeeeeeeeekkkkk……..” ups, aku terkejut, ah sukurlah, kesendirianku hilang, selanjutnya kuisi dengan si Helsa. Tangisnya lumayan kencang, 7 oktaf kata bapaknya…Sekarang aku sibuk mendiamkan dia..Mudah-mudahan aku ikutan mengantuk sehingga rasa sendiri yang tadi sempat hingap, tak kurasakan lagi..

Sekar Jepun, Jolie Kaban, March 2011.

19 Februari 2011, hari yang mengejutkan untukku dan aku tak bisa berkata-kata..Hari dimana aku mengetahui ada kehidupan lain didalam diriku..

Tentunya kabar ini menyenangkan untukku dan juga Helsa ! Anak pertamaku adalah orang yang pertama aku beritahu kabar ini. Mudah-mudahan diusianya yang baru 6 bulan, dia paham..

Tapi,sayangnya.. hal ini tidak bisa berlangsung lama karena kejadian hari demi hari dalam diriku yang akhirnya membawaku kesuatu ruang yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Jam 6 pagi tepatnya tanggal 4 Maret 2011, aku masuk kesana, ruang serba putih..

Bagiku ini yang pertama, dan mudah-mudahan yang terakhir, begitulah doaku. Aku merasakan keringat dingin yang luar biasa, tensinku turun drastis menjadi 80, dan aku benar-benar takut melihat jarum suntik, dan semua aksesoris yang siap membedahku.

Tiba-tiba jarum itu masuk ke tubuhku, dan aku terlelap..entah dimana aku, aku tak tau..

“Bu..bu..bangun bu…” tubuhku diguncang oleh dokter, dan kulihat samar-samar ada suamiku, dan tanpa aku sadari, air mataku keluar dengan memanggil nama anakku, “Helsa..helsa..”

Ah, lemas rasanya saat itu, tak bisa aku bergerak dan aku tidak tahu, apa yang sudah terjadi dengan diriku karena aku sama sekali tidak merasakan apa-apa..Sukur lah, tidak separah yang aku bayangkan..

Yang aku tahu satu hal, bahwa dia, kehidupan lain itu memilih untuk mundur menikmati indahnya dunia ini, dan akupun tidak memaksa. Aku, Anton, Helsa adalah 3 manusia yang rela dan menerima dengan lapang dada atas hal ini. Tuhan telah memberi jawaban yang terbaik bagi kehidupan kami..

JK..

 

 

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.